Author : Danny Arzi Rachmawan   , Ardik Wijayanto, Hary Oktavianto
ABSTRAK

Pencarian sinyal suara sangat identik dengan proses pengenalan arah suara pembicara pada telinga manusia. Pengenalan teknologi wicara dan suara merupakan teknologi terapan dari pengolahan sinyal digital yang dapat diterapkan pada berbagai bidang yang terdapat pada saat ini. Prinsip perangkat bergerak atau bereaksi adalah bereaksi bila mendeteksi keberadaan frekuensi tertentu dari suara yang diberikan pada alat tersebut. Metode pengenalan yang digunakan adalah berbasis Interaural Time and Level Different (ITD dan ILD). Sumber suara yang diamati merupakan sumber suara buatan yang berasal dari sebuah speaker. Arah sumber suara dapat diketahui dengan menggunakan sepasang microphone (stereo) melalui perbedaan waktu dan amplitudo yang dibutuhkan oleh sinyal suara untuk sampai pada kedua microphone. Sinyal suara dalam domain waktu dan level serta korelasi silang dari masing-masing sinyal yang ditangkap oleh microphone dapat dijadikan acuan untuk menentukan posisi sumber suara. Pengolahan dari nilai tersebut dilakukan pada TMS320C6713 yang mengirim data ke mikrokontroller ATMega8 dengan interface CPLD sebagai UART. Hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi acuan arah robot dalam menentukan dimana arah dari sumber suara tersebut. Sensitifitas kedua microphone masih memiliki perbedaan, sehingga pemberian variable resistor pada sisi rangkaian penguat cukup efektif untuk menyamakan sensitifitas keduanya. Timbulnya efek cermin kerap kali terjadi pada setiap percobaanya. Untuk metode ILD dapat berjalan dengan persentasi keberhasilan adalah 83,57%. Sedangkan untuk metode ITD berjalan kurang optimal, yaitu dengan persentasi keberhasilan adalah 67.5%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]