EVALUASI KINERJA SCRAMBLER DENGAN MODULASI QPSK
ABSTRAK
Dalam dunia telekomunikasi, teknologi enkripsi yang dipergunakan untuk teknik pengkodingan dapat membuat data input menjadi berbeda karena fungsi utamanya sebagai pengaman (security). Salah satu teknologi enkripsi yakni scrambler, yang merupakan sebuah sistem yang mampu mengacak / mengkodekan sinyal pesan pada sebuah transmitter sehingga pesan tidak dapat dimengerti oleh pihak penerima yang tidak memiliki perangkat descrambler. Dalam proyek akhir ini, dilakukan pengamatan kinerja sistem scrambler dengan modulasi yang digunakan yakni modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK). Hasil luaran berupa grafik BER (Bit Error Rate) sebagai fungsi Eb/No. Kanal yang mempengaruhi sistem tersebut adalah kanal AWGN dan Rayleigh Fading. Pada kanal AWGN dengan panjang data 104, sistem scrambler bekerja 0.2 dB lebih buruk dibandingkan tanpa menggunakan sistem scrambler untuk mencapai nilai 10-3 yang merupakan standart komunikasi suara. Meskipun lebih buruk tetapi pada penggunaan sistem scrambler ini dapat menjaga keamanan data pada saat ditransmisikan. Panjang input data juga mempengaruhi kinerja scrambler. Dimana pada saat panjang input datanya berjumlah 104 scrambler yang shift register berjumlah 24 lebih baik dari pada yang berjumlah 15 dan 58. Tetapi saat panjang input datanya 104 ketiga scrambler sama-sama baik untuk nilai BER 10-3. Begitu pula saat panjang datanya 106.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer