Author : Ifa Afidah Rosuliya   , Arifin, Anang Budikarso
ABSTRAK

Dalam dunia telekomunikasi, teknologi enkripsi yang dipergunakan untuk teknik pengkodingan dapat membuat data input menjadi berbeda karena fungsi utamanya sebagai pengaman (security). Salah satu teknologi enkripsi yakni scrambler, yang merupakan sebuah sistem yang mampu mengacak / mengkodekan sinyal pesan pada sebuah transmitter sehingga pesan tidak dapat dimengerti oleh pihak penerima yang tidak memiliki perangkat descrambler. Dalam proyek akhir ini, dilakukan pengamatan kinerja sistem scrambler dengan modulasi yang digunakan yakni modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK). Hasil luaran berupa grafik BER (Bit Error Rate) sebagai fungsi Eb/No. Kanal yang mempengaruhi sistem tersebut adalah kanal AWGN dan Rayleigh Fading. Pada kanal AWGN dengan panjang data 104, sistem scrambler bekerja 0.2 dB lebih buruk dibandingkan tanpa menggunakan sistem scrambler untuk mencapai nilai 10-3 yang merupakan standart komunikasi suara. Meskipun lebih buruk tetapi pada penggunaan sistem scrambler ini dapat menjaga keamanan data pada saat ditransmisikan. Panjang input data juga mempengaruhi kinerja scrambler. Dimana pada saat panjang input datanya berjumlah 104 scrambler yang shift register berjumlah 24 lebih baik dari pada yang berjumlah 15 dan 58. Tetapi saat panjang input datanya 104 ketiga scrambler sama-sama baik untuk nilai BER 10-3. Begitu pula saat panjang datanya 106.

[DOWNLOAD ABSTRACT]