Author : Muhammad Maulana Irfan Fathoni   , Eru Puspita, Paulus Susetyo Wardhana
ABSTRAK

Krisan atau Chrysanthemum merupakan salah satu jenis tanaman hias yang telah lama dikenal dan banyak disukai masyarakat serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Dari segi manfaatnya juga sangat banyak antara lain menambah devisa negara karena bisa menjadi komoditas ekspor serta tanaman hias ini biasa digunakan pada acara keagamaan dan nasional. Salah satu faktor luar yang paling berpengaruh pada pertumbuhan bunga krisan yakni menggunakan parameter cahaya. Tanaman krisan membutuhkan lama penyinaran dalam 1 hari yang sering disebut fotoperiodisitas lebih dari 15 jam per hari untuk menjaga periode vegetatif. Oleh karena itu diperlukan tambahan cahaya pada malam hari sekitar 3 – 4 jam per hari. Intensitas cahaya yang dibutuhkan bunga krisan 70 – 100 lux atau setara dengan cahaya lampu pijar 75 – 100 watt. Dari latar belakang yang telah dijabarkan maka pada proyek akhir ini dibuat alat yang mampu mendeteksi ketinggian bunga krisan sehingga intensitas cahaya yang dibutuhkan bunga krisan akan selalu terpenuhi dengan menggunakan laser. Selain itu juga pada proyek akhir ini, kontrol lampu pijar dapat berubah secara otomatis sesuai dengan intensitas cahaya yang dibutuhkan bunga krisan yakni 70-100 lux dengan menggunakan driver cahaya MOC dan Triac dengan memanfaatkan metode Pulsa Width Modulation(PWM) dan juga terdapat feedback lampu pijar yakni dengan sensor cahaya LDR. Setelah melalui pengujian didapatkan hasil bahwa lampu pijar yang digunakan yakni 100 Watt karena setelah diuji dengan luxmeter hasilnya masih dalam range intensitas cahaya 70 - 100 lux. Dengan adanya alat ini dapat membantu petani bunga krisan dalam penyalaan otomatis lampu dan juga hasil bunga krisan lebih maksimal.

[DOWNLOAD ABSTRACT]