Author : Ardistya Wirawan   , Kemalasari, Ali Husein Alasiry
ABSTRAK

Sudah banyak sistem penentuan adanya suatu halangan tidak dengan menggunakan suatu sensor infra red maupun ultrasonik dalam penanganan kasus untuk para tunanetra, terutama untuk membuat tongkatnya. Akan tetapi teknologi yang ada sampai saat ini hanyalah sebatas mengeluarkan output berupa suara saja, dalam artian para tunanetra hanya diberi informasi berupa suara jika didepan mereka ada suatu halangan. Kekhawatiran utama pada alat tersebut adalah jika para tunanetra tidak dapat mendengar output dari tongkat tersebut secara jelas dalam keramaian atau mungkin saat mereka ada di jalan raya sehingga akan membuat tingkat tidak berguna alat tersebut semakin tinggi karena fungsinya yang hanya segelintir. Sehingga diperlukan suatu tongkat portabel yang dapat memberi suatu output berupa getaran yang memungkinkan para pengguna tunanetra mudah dalam menggunakannya sehingga hal ini akan meminimalisir sesuatu yang bersifat miss dari mereka. Para pengguna tunanetra juga dapat mengetahui arah mata angin dari jalan mereka dengan menggunakan tongkat ini karena tongkat ini dilengkapi pula dengan sebuah sensor navigasi CMPS-10 yang memudahkan para pengguna tunanetra berjalan tanpa kebingungan sehingga tingkat kewaspadaan mereka akan semakin berkurang dan menimbulkan rasa nyaman dan aman dalam melakukan aktifitas. Berdasarkan hasil yang telah diujikan, sistem yang dibuat mampu mengatasi pendeteksian adanya suatu halangan dengan benda paling rendah 5Cm dari bawah tanah dan juga tongkat ini mampu memberikan arah navigasi mata angin utara , selatan , timur, dan barat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]