Author : Devi Miasari   , Ari Wijayanti, Okkie Puspitorini
ABSTRAK

Saat ini sistem komunikasi transportasi di Indonesia merupakan hal yang sangat penting, sebagai alat untuk menyampaikan informasi antar karyawan didalam suatu perusahaan transportasi. Handy Talky (HT) lebih cocok digunakan didaerah outdoor, di bandara, HT biasa digunakan di daerah Apron. Apron merupakan bagian penting dari Bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang, mengisi bahan bakar pesawat, dan menaikkan turunkan penumpang. Khususnya Juanda, sistem kerja HT masih menggunakan teknologi analog. Teknologi analog memiliki banyak kekurangan, seperti mudah terinterferensi oleh pihak luar, selain itu tingkat keamanan komunikasinya rendah. Karena peran Apron di bandara Juanda penting, maka informasi didaerah tersebut haruslah dijaga keamanannya serta kerahasiaannya. Oleh sebab itu perlu perubahan sistem komunikasi menggunakan terrestrial trunked radio (TETRA).TETRA adalah radio digital yang sifatnya private, sistem ini berlaku untuk sistem komunikasi swasta, seperti keamanan (polisi, tentara, dll.), transportasi(kereta api, pesawat terbang, dll.) dan darurat (pemadam kebakaran, dll.). Untuk itu perlu dilakukan perencanaan TETRA di bandara dengan menghitung Link Budget, selain itu dilakukan perhitungan Coverage Area, serta perencanan peletakkan pemancar. Pada proyek akhir ini dibuat sebuah perencanaan sistem komunikasi TETRA di bandara Juanda. Dengan perhitungan pathloss menggunakan model Okkumura Hatta, untuk menentukan coverage area menggunakan model Rentang Dinamis.

[DOWNLOAD ABSTRACT]