Author : Daffa Saddam Almadani   , Anang Budikarso, I Gede Puja Astawa
ABSTRAK

Peningkatan kebutuhan akan sistem Internet of Things (IoT) real-time di wilayah terpencil mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi satelit berbasis Narrowband Internet of Things (NB-IoT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja user terminal NB-IoT (Flexi Narrowband dan Lite Narrowband) melalui jaringan satelit Ku-band sebagai solusi konektivitas di wilayah 3T. Pengujian dilakukan dengan mengukur latensi (average ping time), keandalan (packet loss), efisiensi daya, uptime jaringan, dan usability (kemudahan penggunaan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kondisi cerah, Lite Narrowband mencatatkan packet loss sebesar 2,60% (ping 813,6 ms), lebih unggul dibanding Flexi Narrowband sebesar 12% (ping 894,2 ms). Pada cuaca hujan ringan, terjadi degradasi kualitas sinyal sehingga packet loss meningkat menjadi 30,40% untuk Lite Narrowband dan 44,40% untuk Flexi Narrowband. Di kondisi hujan lebat, kedua terminal mengalami kondisi kritis dengan packet loss mencapai 99,00% dan 100%. Dari aspek daya, Lite Narrowband lebih stabil pada mode standby (28 W) dan transmit (28,14 W). Selain itu, Lite Narrowband juga mencatatkan rata-rata uptime yang sangat baik sebesar 98,51%, mengungguli Flexi Narrowband yang mencatat rata-rata uptime sebesar 97,57%. Dari segi pengujian usability yang melibatkan 19 teknisi lapangan, Flexi Narrowband secara signifikan lebih unggul dengan skor rata-rata 4,46 dibandingkan Lite Narrowband yang hanya mendapat skor 3,44. Secara keseluruhan, Flexi Narrowband jauh lebih praktis dan ramah pengguna (user-friendly) saat instalasi, sedangkan Lite Narrowband menawarkan stabilitas koneksi, keandalan transmisi, dan efisiensi daya yang lebih baik untuk skenario operasional jangka panjang.

[DOWNLOAD ABSTRACT]