Author : Risma Damayanti   , Mike Yuliana, Norma Ningsih
ABSTRAK

Padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang rentan terhadap berbagai serangan hama, seperti wereng batang cokelat, penggerek batang padi, dan tikus sawah. Serangan hama yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu membantu pemantauan kondisi pertanian serta memberikan informasi prediksi risiko serangan hama secara lebih efektif dan mudah diakses. Penelitian ini mengembangkan platform WebGIS bernama JagaPadi yang digunakan untuk memvisualisasikan dan memprediksi risiko serangan hama pada tanaman padi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Sistem memanfaatkan data Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang diperoleh dari citra Sentinel2 melalui Google Earth Engine periode Januari hingga Mei 2026, data historis kejadian hama, fase pertumbuhan tanaman padi, serta informasi cuaca dari OpenWeatherMap. Metode Fuzzy C-Means (FCM) digunakan untuk mengelompokkan kondisi vegetasi berdasarkan nilai NDVI menjadi tiga cluster, sedangkan metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menghitung tingkat risiko serangan hama berdasarkan kriteria histori hama, fase pertumbuhan tanaman, dan hasil klasterisasi FCM dengan bobot masing-masing 63,3%, 26%, dan 10,6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan visualisasi zona vegetasi dan prediksi risiko serangan hama dalam bentuk peta interaktif berbasis WebGIS. Informasi yang ditampilkan meliputi tingkat risiko, potensi hama, hama dominan berdasarkan histori kejadian, kondisi cuaca, serta detail perhitungan metode SAW. Prediksi yang dihasilkan difokuskan untuk periode Juni 2026 berdasarkan data NDVI Januari hingga Mei 2026. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat membantu petani dan pihak terkait dalam melakukan pemantauan serta pengambilan keputusan terkait pengelolaan hama secara lebih cepat dan terarah.

[DOWNLOAD ABSTRACT]