Author : Ignatius Ivan Prihadi   , Paramita Eka Wahyu Lestari, Rini Satiti
ABSTRAK

Pelacakan pemancar FM ilegal secara konvensional dinilai lambat dan rentan terhadap gangguan pantulan sinyal (multipath) di lingkungan urban seperti Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan purwarupa radar pasif terdistribusi berbasis metode Time Difference of Arrival (TDoA) menggunakan tiga penerima RTL-SDR dan Raspberry Pi. Inovasi utamanya adalah arsitektur otomasi perangkat lunak Python yang mengeksekusi seluruh siklus pelacakan secara mandiri, sehingga memangkas waktu akuisisi data menjadi kurang dari 1 menit per perekaman. Evaluasi keandalan membuktikan penempatan sensor sebagai faktor dominan; akurasi stabil pada 70–80% saat target berada di dalam segitiga cakupan, namun menurun di bawah 30% saat di luar cakupan. Pada lingkungan berkarakteristik multipath tinggi, sinkronisasi NTP terbukti lebih tangguh dengan tingkat keberhasilan pemrosesan lebih tinggi dibanding GPS. Validasi terhadap komputasi manual MATLAB menunjukkan deviasi sistem Python tetap moderat pada geometri baik (deviasi akurasi 8,0–22,6%; jarak 290–808 m), namun melonjak pada geometri buruk (deviasi akurasi hingga 58,0%; jarak 3.652 m). Hal ini dipicu oleh efek Geometric Dilution of Precision (GDOP) yang memperkuat perbedaan implementasi pustaka antar-platform. Kesimpulannya, integrasi otomasi dengan sinkronisasi NTP merupakan solusi yang andal dan presisi.

[DOWNLOAD ABSTRACT]