Author : Farah Izdihar Nakha Aqilah   , Indhana Sudiharto, Endro Wahjono, Moch.Machmud Rifadil, Farid Dwi Murdianto
ABSTRAK

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan, salah satunya energi surya. Sistem fotovoltaik (PV) mampu mengkonversi energi matahari menjadi listrik, namun daya keluarannya sangat bergantung pada kondisi lingkungan, seperti iradiasi matahari dan suhu, serta rentan terhadap fenomena partial shading yang menyebabkan munculnya beberapa titik puncak daya (LMPP dan GMPP). Untuk mengatasi ketidakstabilan ini dan memaksimalkan ekstraksi daya, diperlukan teknik Maximum Power Point Tracking (MPPT). Metode yang diterapkan pada proyek akhir ini Ion Motion Optimization Algorithm (IMOA) sebagai metode MPPT untuk mengoptimalkan pengisian daya baterai pada sistem penerangan kebun buah naga. Ion Motion Optimization Algorithm (IMOA) adalah algoritma metaheuristik yang terinspirasi dari atraksi dan repulsi anion dan kation, dirancang untuk memiliki parameter tuning minimal, kompleksitas komputasi rendah, konvergensi cepat, dan kemampuan tinggi dalam menghindari jebakan optimal lokal. Ion Motion Optimization Algorithm (IMOA) akan mengontrol duty cycle dari SEPIC Converter, sebuah konverter DC-DC yang dipilih karena kemampuannya dalam menaikkan maupun menurunkatp n tegangan tanpa membalik polaritas, serta memiliki riak arus input yang kecil, sehingga cocok untuk kondisi fluktuatif panel surya. Sistem akan menggunakan panel surya 2x100Wp untuk mengisi baterai 12V/20Ah, yang selanjutnya menyuplai 2 lampu LED 12V/20W. Implementasi IMOA pada mikrokontroler STM32F4 akan memastikan ekstraksi daya maksimum dari panel surya dan pengisian baterai yang optimal, mendukung sistem penerangan yang mandiri dan berkelanjutan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]