Author : Ahmad Rifki Ferdian   , Adytia Darmawan, Didik Setyo Purnomo
ABSTRAK

Perkembangan teknologi sistem penyelamatan di perairan dituntut semakin pesat guna meningkatkan efektivitas operasi Search and Rescue (SAR). Penelitian ini telah berhasil merealisasikan rancang bangun Smart Life Buoy, yaitu pelampung penyelamat berdesain U-shape berbahan komposit Fiberglass Reinforced Polymer (FRP) dengan massa operasional 13,30 kg, yang dikendalikan secara nirkabel oleh tim SAR untuk mempercepat waktu respons penyelamatan. Sistem ini beroperasi secara manual maupun otonom dengan menggunakan Flight Controller sebagai pusat kendali utama, dipadukan dengan empat motor thruster T200 berkonfigurasi Omni-X yang menghasilkan gaya dorong statis rata-rata 66,27 N (6,75 kgf). Hasil pengujian lapangan menunjukkan wahana mampu mencapai kecepatan puncak 1,4 m/s tanpa beban dan melaju stabil pada 0,38 m/s saat mengevakuasi korban seberat 83,10 kg, dengan sistem kontrol PID berhasil mengompensasi gaya hambat hidrodinamis sebesar 9,03 N. Pengujian jangkauan komunikasi nirkabel (Line of Sight) memvalidasi radius operasional efektif hingga 172,94 meter. Sistem navigasi otonom Return to Launch (RTL) tervalidasi andal dengan deviasi titik henti sebesar 4,15 meter pada kondisi tanpa beban dan meningkat presisi menjadi 1,88 meter saat membawa beban evakuasi. Baterai 10.000 mAh mencatatkan ketahanan operasional selama 105,82 menit tanpa beban dan 37,82 menit pada kondisi evakuasi beban penuh, melampaui batas golden time penyelamatan perairan (5–20 menit). Wahana juga terbukti mampu melakukan koreksi otomatis (self-righting) saat mengalami kemiringan ekstrem (Roll -16°, Pitch -13°) tanpa kehilangan daya apung. Melalui serangkaian pengujian kinerja tersebut, Smart Life Buoy terbukti beroperasi secara optimal dan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan manuverabilitas evakuasi korban di perairan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]