Author : Putri Deswicyntari Islami   , Ashafidz Fauzan Dianta, Rendra Suprobo Aji
ABSTRAK

Masalah polusi plastik di laut terus meningkat dan menjadi isu lingkungan yang semakin serius. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap polusi plastik di laut masih tergolong rendah. Media edukasi konvensional cenderung bersifat pasif dan memiliki keterbatasan dalam memberikan pengalaman belajar yang efektif serta menarik bagi pengguna. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang tidak hanya mampu meningkatkan pengetahuan pengguna, tetapi juga dapat digunakan secara efektif dan memuaskan. Sebagai solusi, penelitian ini mengembangkan media edukasi polusi plastik di laut interaktif, “Misi Laut Biru”, menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan memanfaatkan teknologi interactive projection berbasis hand gesture recognition menggunakan sensor Kinect. Evaluasi dilakukan melalui Expert Review, Internal Testing, dan User Testing yang melibatkan 32 partisipan berusia 16-23 tahun. Hasil pengujian fungsionalitas sistem menunjukkan success rate sebesar 97,65%, performa sistem sebesar 200 FPS, serta akurasi deteksi gestur tangan mencapai 100% pada kondisi lingkungan tertentu. Pengujian efektivitas edukasi menunjukkan nilai Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,72 yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, pengujian usability berdasarkan lima atribut Nielsen menghasilkan skor rata-rata 4,24 dari skala 5 dengan nilai tertinggi pada atribut Satisfaction (4,59) dan terendah pada atribut Errors (3,74). Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Misi Laut Biru” efektif dan layak digunakan sebagai media edukasi interaktif.

[DOWNLOAD ABSTRACT]