Author : Fiqar Ramadhan Putra Pnagestu   , Mohammad Zikky, Ashafidz Fauzan Dianta
ABSTRAK

Pengembangan gim edukasi berbasis mobile membutuhkan aset karakter 3D yang mampu memberikan kualitas visual yang baik dengan tetap memperhatikan aspek optimasi performa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimasi karakter hewan 3D low-poly pada gim edukasi Jelajah Satwa Nusantara menggunakan teknik simple rigging. Metode pengembangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini menghasilkan lima karakter hewan 3D, yaitu Banteng Jawa, Badak Jawa, Babi Kutil Jawa, Macan Kumbang Jawa, dan Landak Jawa yang dikembangkan menggunakan pendekatan low-poly modeling dan simple rigging. Pengujian dilakukan melalui pengujian internal, komparasi teknik rigging, play testing terhadap 36 responden usia 10–12 tahun, serta validasi oleh dua orang expert di bidang pengembangan gim. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh karakter berhasil menjalankan animasi idle dan walk tanpa mengalami deformasi mesh maupun kesalahan struktur tulang. Hasil play testing memperoleh nilai indeks sebesar 87,77% pada aspek daya tarik visual, 87,77% pada aspek keterkenalan hewan, dan 85,55% pada aspek kelancaran animasi. Selain itu, hasil komparasi menunjukkan bahwa teknik simple rigging lebih efisien dibandingkan regular rigging dari segi waktu produksi dan ukuran aset, meskipun regular rigging memiliki fleksibilitas animasi yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini memperoleh nilai indeks kelayakan sebesar 87,03% dengan kategori Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan low-poly modeling dan simple rigging mampu menghasilkan aset karakter yang ringan, mudah dikenali, memiliki animasi yang baik, serta layak digunakan pada gim edukasi berbasis mobile

[DOWNLOAD ABSTRACT]