Author : Azel Bariq Fahrezy   , Zakha Maisat Eka Darmawan, Halimatus Sadyah
ABSTRAK

Vegetasi merupakan elemen environment penting untuk membangun suasana dan kedalaman visual dalam game 3D, khususnya pada game puzzle mystery berlatar hutan yang membutuhkan aset vegetasi padat untuk mendukung cerita dan eksplorasi. Namun, penggunaan vegetasi dalam jumlah besar menimbulkan beban komputasi berat sehingga game sulit dijalankan pada perangkat berspesifikasi rendah. Karena fitur Nanite pada Unreal Engine 5 kurang efisien untuk material transparan, penelitian ini menonaktifkan fitur tersebut dan menerapkan metode ADDIE untuk mengoptimalkan environment, dengan membedakan secara tegas antara teknik penurunan beban dan teknik penyeimbang visual. Performa ditingkatkan melalui penyesuaian pengaturan proyek (Target RHI), foliage tool berbasis Hierarchical Instanced Static Mesh (HISM), pengaturan LOD manual, alpha cutting, serta penyederhanaan shader (mengutamakan base color, channel packing, dan pengurangan animasi angin). Sebagai penyeimbang visual, Runtime Virtual Texture (RVT) dan Spherical Normals diterapkan untuk mempertahankan tampilan aset low-poly. Evaluasi dilakukan melalui hardware profiling, expert review, dan kuesioner kepada 39 responden. Hasil pengujian menunjukkan perangkat berspesifikasi rendah mencapai 57-85 FPS dan dedicated GPU mencapai 115-145 FPS, dengan skor kuesioner konsisten di atas 4,00 (skala 1-5), membuktikan bahwa optimasi berhasil menjaga stabilitas performa tanpa mengubah gaya visual stylized yang dituju

[DOWNLOAD ABSTRACT]