Author : Salma Lazwani   , Kemalasari, Hary Oktavianto
ABSTRAK

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menimbulkan tantangan serius dalam pemantauan kesehatan secara berkelanjutan, mengingat lansia rentan terhadap gangguan seperti aritmia jantung, hipertensi, dan kelainan suhu tubuh yang dapat membahayakan jiwa apabila tidak terdeteksi secara dini. Proyek akhir ini merancang dan membangun sistem monitoring kesehatan lansia berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32-WROOM-32 yang mengintegrasikan sensor MLX90614 untuk pengukuran suhu tubuh non-kontak pada area lengan bawah, sensor MAX30102 untuk pengukuran detak jantung menggunakan metode photoplethysmography (PPG), dan modul AD8232 untuk akuisisi sinyal Elektrokardiogram (ECG) dengan konfigurasi Lead II, yang seluruhnya ditenagai baterai 18650 sehingga bersifat portable. Data dari ketiga sensor dikirimkan secara real-time melalui jaringan WiFi ke antarmuka Graphical User Interface (GUI) dan diteruskan ke bot Telegram sebagai media notifikasi bagi pengguna maupun tenaga medis. Hasil pengujian menunjukkan sensor MLX90614 memiliki rata-rata error 0,38%, sensor MAX30102 sebesar 1,472%, modul AD8232 berhasil menampilkan sinyal ECG normal pada seluruh subjek, transmisi WiFi dengan waktu respons rata-rata 86,6 ms, serta pengiriman notifikasi Telegram rata-rata 1,24 detik dengan tingkat keberhasilan 100%, sehingga sistem ini layak menjadi solusi pemantauan kesehatan lansia yang efektif, efisien, dan mudah digunakan baik di rumah maupun fasilitas kesehatan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]