Author : Raihan Satria Putra Firdaus   , Halimatus Sadyah, Artiarini Kusuma Nurindiyani
ABSTRAK

Game edukasi Nusa Herba dikembangkan untuk anak usia 7-9 tahun dalam mempelajari tanaman obat tradisional Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan desain UI/UX dan menerapkan strategi gamifikasi. Permasalahan utama bagaimana merancang UI yang sesuai kebutuhan kognitif anak serta optimalisasi gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan. Mengacu pada pendekatan Child-Centered Design (CCD), penelitian ini menerapkan prinsip desain berpusat untuk anak-anak, seperti warna cerah, ikon intuitif, navigasi sederhana, dan gamifikasi sesuai tingkat pengguna. Pengujian usability dilakukan dengan metode kuantitatif (System Usability Scale/SUS) dan kualitatif (observasi serta wawancara) kepada 34 anak usia 7-9 tahun pada perangkat Android. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan setelah optimasi: skor SUS naik dari Poor (53,67) menjadi Good (68,24); keinginan bermain ulang naik dari 82,4% menjadi 94,1%; kemampuan menjawab manfaat tanaman naik dari 61,8% menjadi 67,6%; dan tingkat kebosanan turun dari 17,6% menjadi 5,9%. Sebanyak 85,3% anak memilih versi setelah optimasi karena voice over karakter, dan UI yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi UI/UX melalui voice over, petunjuk visual hand click, dan peningkatan warna berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, intuitif, dan efektif bagi anak-anak sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya digital melalui pengenalan jamu tradisional.

[DOWNLOAD ABSTRACT]