Author : Nurul Yusuf   , Eka Prasetyono, Suhariningsih
ABSTRAK

Metode penyeimbangan konvensional (aktif dan pasif) memiliki kelebihan dan kekurangan dalam melakukan proses ekualisasi tegangan sel baterai, pada penyeimbangan sel aktif berisiko terjadi kondisi chattering pada saat terdapat sel baterai dengan nilai deviasi diambang target deviasi tegangan sel baterai. Sedangkan metode penyeimbangan pasif memiliki waktu yang cenderung lama, penelitian ini berfokus untuk mengatasi setiap metode penyeimbangan sel konvensional dengan metode penyeimbangan hibrida, dengan prinip kerja sistem akan melakukan penyeimbangan sel aktif ketika deviasi tegangan sel berada di atats 10mV dan pada saat deviasi tegangan sel berada di bawah 10mV akan dilakukan penyeimbangan sel pasif dengan kontrol arus penyeimbangan berbasis kontrol sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Solusi yang diusulkan berhasil mereduksi ripple tegangan akibat osilasi kontrol penyeimbangan yang semula bernilai 0,217% menjadi 0,0269 – 0,108% serta reduksi lama waktu osilasi sebesar 84,69% dengan rata-rata waktu penyeimbangan sel selama 49,02 menit bergantung pada set poin arus penyeimbangan sel pasif pada kondisi baterai standby. Sedangkan pada kondisi pengisian baterai, sistem berhasil menyeimbangkan sel baterai pada dengan rata-rata waktu penyeimbangan sel baterai selama 48,58 menit. Berdasarkan hasil tersebut metode penyeimbangan sel hibrida dapat mengoptimalkan proses penyeimbangan sel baterai dengan mereduksi serta mencegah terjadinya kondisi chattering dengan lama waktu penyeimbangan yang jauh lebih cepat dibanding penggunaan metode penyeimbangan pasif tunggal.

[DOWNLOAD ABSTRACT]