Author : Elang Esa Yudhistira   , Ashafidz Fauzan Dianta, Kholid Fathoni
ABSTRAK

Kesalahan representasi media menyebabkan Dissociative Identity Disorder DID sering mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi serious game berjudul Inner Reflection sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman publik. Keunikan game ini terletak pada penggunaan mekanisme turn based battle RPG sebagai metafora konflik internal penderita trauma. Pengembangan produk menggunakan model Input Process Output IPO dengan engine RPG Maker MZ. Evaluasi dilakukan melalui metode mixed methods yang meliputi black box testing, User Acceptance Testing UAT, dan eksperimen pre test post test terhadap 38 responden. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman responden dengan skor N Gain sebesar 0.70 kategori sedang menuju tinggi. Selain itu hasil UAT menunjukkan bahwa 64,3% responden memperoleh pemahaman empatik yang lebih baik di mana unsur narasi dan dialog dalam game dinilai efektif menyampaikan kondisi kompleksitas DID.

[DOWNLOAD ABSTRACT]