Author : Muhammad Yazid Al Hafidz   , Kemalasari, Moch. Rochmad
ABSTRAK

Konsumsi gula berlebih merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes di Indonesia. Sementara itu, terbatasnya alat ukur kadar gula dalam minuman yang praktis dan terjangkau menyebabkan upaya pemantauan konsumsi gula oleh masyarakat umum masih sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem deteksi kadar gula dalam larutan berbasis sensor dengan metode pengolahan data yang adaptif menggunakan logika fuzzy. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan dua sensor utama, yaitu sensor Total Dissolved Solids (TDS) untuk mengukur jumlah total zat terlarut dalam larutan dan sensor fotodiode untuk mendeteksi perubahan intensitas cahaya akibat pembiasan cahaya oleh larutan gula. Data yang diperoleh dari kedua sensor diproses oleh mikrokontroler melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi berbasis rule base, dan defuzzifikasi menggunakan metode weighted average untuk menghasilkan estimasi kadar gula dalam satuan gram per 100mL. Perancangan sistem dilakukan pada tingkat utama yang direpresentasikan melalui blok diagram dan flowchart, mencakup proses akuisisi data sensor, pengolahan data menggunakan logika fuzzy, serta penyajian hasil pengukuran melalui layar OLED dan pengiriman data ke platform Firebase sebagai data histori pengukuran. Pengujian sistem dilakukan pada berbagai variasi larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda untuk mengevaluasi kinerja sensor dan akurasi sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor TDS memiliki tingkat error berkisar antara 0,25% hingga 2,04%, sedangkan sensor fotodiode menunjukkan hubungan korelasi negatif antara kadar gula dan tegangan keluaran, di mana peningkatan konsentrasi gula menyebabkan penurunan nilai tegangan. Penerapan teknik filtering berlapis terbukti meningkatkan stabilitas pembacaan sensor fotodiode. Selain itu, sistem menunjukkan performa terbaik pada larutan yang bersifat homogen, sementara pada larutan yang kurang homogen terjadi peningkatan variasi error yang dipengaruhi oleh faktor warna dan kekeruhan larutan. Berdasarkan analisis hasil pengujian, sistem menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,2665gr/100mL, standar deviasi sebesar 0,291gr/100mL, dan tingkat akurasi sebesar 96,19%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dirancang memiliki tingkat akurasi yang baik dan layak digunakan sebagai alat monitoring kadar gula pada berbagai jenis minuman.

[DOWNLOAD ABSTRACT]