Author : Kartika Aulia Puteri   , Suryono, Moch.Machmud Rifadil
ABSTRAK

Tikus merupakan hewan pengerat yang menimbulkan kerugian baik di lingkungan rumah tangga maupun sektor pertanian, khususnya pada tanaman padi yang merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia. Serangan tikus pada lahan pertanian menyebabkan kerusakan signifikan, mulai dari fase pembibitan hingga panen, yang berdampak pada penurunan hasil panen bahkan kegagalan panen. Berbagai metode pengendalian telah digunakan, seperti racun, jebakan, dan alat elektronik, namun sebagian metode tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan, digunakan gelombang ultrasonik sebagai metode pengusiran. Tikus memiliki sensitivitas terhadap gelombang ultrasonik dengan rentang pendengaran antara 5–60 kHz, bahkan dalam kondisi tertentu hingga 100 kHz. Proyek akhir ini menggunakan sistem kontrol berbasis mikrokontroler STM32F103C8T6, dengan sensor PIR dan sensor kemiringan yaitu MPU6050 GY-521 untuk mendeteksi keberadaan serta pergerakan tikus. Penggunaan sensor PIR kurang sensitif untuk mendeteksi tikus, jarak jangkauannya kurang dari 75 cm, sedangkan sensor kemiringan sangat baik digunakan untuk mendeteksi pergerakan tikus dengan presetase 100%. Pembangkitan gelombang frekuensi suara yang dihasilkan oleh rangkaian XY LPWM yang dikirim menuju tweeter ultrasonik PCT-4000. Pada pengujiannya frekuensi 5 kHz dengan tingkat kebisingan 80 dB dapat mempengaruhi tikus, tapi tidak dapat mempengaruhi terus menerus. Sistem ini dilengkapi dengan monitoring daring yang menggunakan ESP32 melalui platform Web server Blynk untuk memantau tegangan, arus, serta aktivitas pengusiran. Pengiriman data dari ESP32 menuju web server blynk memiliki waktu rata-rata 6,5 detik pada penggunaannya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]