Author : Muh Fathoni Maulana   , Hendik Eko HS, Lucky Pradigta Setiya Raharja
ABSTRAK

Kebutuhan akan sistem penyimpanan energi meningkat seiring berkembangnya teknologi perangkat listrik portable dan kendaraan listrik. Baterai lithium-ion banyak digunakan karena memiliki kepadatan energi yang tinggi dan efisiensi pemakaian yang baik. Namun, konfigurasi baterai secara seri dapat menimbulkan masalah teknis, seperti ketidakseimbangan tegangan antar sel setelah beberapa siklus pengisian dan pemakaian. Ketidakseimbangan ini menyebabkan penurunan performa keseluruhan baterai pack dan menurunkan efisiensi sistem. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem balancing sebagai bagian dari Battery Management System (BMS) yang berfungsi menjaga kestabilan tegangan antar sel selama proses charging. BMS memiliki tiga fitur utama: monitoring, balancing, dan proteksi. Fitur balancing mengatur proses penyeimbangan berdasarkan selisih tegangan antar sel, sedangkan fitur proteksi mencegah terjadinya overcharge dan overdischarge. Sistem juga diharapkan dapat menjaga State of Charge (SOC) mendekati 100% dan Depth of Discharge (DOD) di atas 40%, sehingga umur pakai baterai dapat diperpanjang. Tugas akhir ini merancang sistem BMS dengan implementasi buck converter dan balancing aktif antar sel. PWM dikendalikan menggunakan logika fuzzy untuk menjaga tegangan output tetap mendekati nilai referensi 12,6 V. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mempertahankan kestabilan tegangan, menyeimbangkan SOC secara efisien, serta mengoptimalkan proses pengisian dan pengosongan daya pada baterai pack. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi efisien untuk aplikasi energi modern berbasis baterai lithium-ion.

[DOWNLOAD ABSTRACT]