Author : Erlangga Marfi Syahputra   , Moh. Zaenal Efendi, Muhammad Nizar Habibi
ABSTRAK

Mixer bakery adalah perangkat penting dalam industri pengolahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan adonan roti. Fungsi utamanya adalah menggabungkan bahan-bahan seperti tepung, air, telur, ragi, gula, dan garam menjadi adonan roti. Mixer roti mampu mengaduk adonan roti dengan cepat dan efisien, serta mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan sehingga memungkinkan peningkatan produksi yang lebih mudah dibandingkan dengan pengadukan manual. Mixer roti menghasilkan adonan yang lebih konsisten dalam segi tekstur dan komposisi, karena pengaturan kecepatan dapat dikendalikan secara tepat. Hal ini memungkinkan bahwa hasil akhir roti memiliki kualitas yang sama setiap kali diproduksi. Pengaturan kecepatan pada mixer memiliki peran yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol intensitas pengadukan adonan atau bahan yang sedang diproses. Kecepatan mixer juga berperan dalam proses pembentukan glutten dalam terigu. Mixer roti memiliki kecepatan yang bervariasi saat pengadukan seiring adonan yang semakin kalis. Dalam tugas akhir ini dibuatlah mixer bakery prototipe menggunakan motor induksi 1 fasa. Alat ini mendapatkan sumber tegangan dari jala-jala PLN (220 VAC) yang kemudian diserahkan dengan rangkain rectifier dan filter C sehingga tegangan output adalah 311,13 VDC. Kemudian tegangan output tersebut digunakan untuk suplai inverter satu fasa dengan modulasi SPWM (Sinusoidal pulse width modulation) yang dibangkitkan dari mikrokontroler. Tegangan output dari inverter masih belum bisa digunakan karena gelombang yang belum baik sehingga diperlukan LPF (Low pass filter). Output dari LPF baru bisa digunakan untuk menggerakkan motor. Frekuensi dari inverter diatur untuk mengatur kecepatan dari mixer yang mana frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan motor induksi 1 fasa. Frekuensi yang digunakan adalah 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz dengan tegangan mengikuti kenaikan dan penurunan secara proporsional. Secara teori tegangan akan turun atau naik mengikuti frekuensi, yakni 220V/50Hz, 197V/45Hz, dan 175V/40Hz yang mana hal ini dilakukan untuk menjaga torsi motor tetap stabil. Pengaturan ini dilakukan melalui nilai Ma pada SPWM melalui mikrokontroler.

[DOWNLOAD ABSTRACT]