Author : Muhammad Ainul Yakin   , Arman Jaya, Gigih Prabowo
ABSTRAK

Energi tak terbarukan masih mendominasi dalam proses supply energi di Indonesia. Arifin Tasrif menyatakan bahwa tanpa penemuan cadangan Indonesia akan mengalami krisis energi. Menurutnya, sumber energi minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun kedepan, gas bumi 22 tahun ke depan, dan batu bara akan habis dalam 65 tahun mendatang. Selain EBT yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat EBT lain yang masih belum dicoba yaitu energi tarik bumi atau yang biasa kita kenal dengan sebutan energi gravitasi bumi. Oleh karena itu, penelitian ini menyajikan perancangan dan pengujian awal sistem pembangkit listrik tenaga gravitasi yang memanfaatkan prinsip momen inersia dan torsi sebagai penggerak utama rotor generator. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan delapan buah pipa yang diisi air dan dipasang dengan sudut tertentu pada papan pemutar, sehingga saat sistem berputar, gaya gravitasi menghasilkan distribusi massa yang menciptakan torsi dan inersia cukup besar untuk mempertahankan gerakan rotasi. Pada fase awal operasi, generator difungsikan sebagai motor yang digerakkan oleh sumber tegangan DC sebesar 24 V untuk melakukan tuning dan memulai rotasi papan. Setelah satu menit, terdapat proses perpindahan motor menjadi generator menggunakan saklar tukar dengan beban berupa resistor 100 Ohm dan led sebagai indikator. Proses ini memungkinkan transisi dari sumber energi eksternal menuju penggerak berbasis energi potensial gravitasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sudut pipa dapat mempengaruhi tingkat efisiensi pergerakan dan output energi yang dihasilkan. Temuan ini mampu memberikan wawasan penting dalam optimasi desain penggerak generator pada pengaplikasian energi terbarukan, dengan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas sistem energi yang ramah lingkungan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]