Author : Syahrul Faizin Al Absi   , Putu Agus Mahadi Putra, Luki Septya Mahendra
ABSTRAK

Jumlah energi listrik yang digunakan tergantung pada beban yang digunakan. Beban memiliki tiga karakteristik, yakni resistif, induktif, dan kapasitif. Karakteristik-karakteristik ini memengaruhi kualitas daya listrik, yang diukur dengan faktor daya. Semakin tinggi faktor daya dalam sebuah sistem listrik, semakin baik kualitas sistem tersebut. Sebaliknya, jika faktor daya di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh PLN (<0,85), penggunaan daya menjadi tidak optimal. Pada sistem kelistrikan rumah tangga setiap konsumen berlangganan daya listrik dalam bentuk Daya Semu (S), nilai faktor daya yang sangat kecil mengindikasikan adanya nilai Daya Reaktif (Q) yang cukup besar, sehingga terkadang konsumen listrik rumah tangga mengalami kejadian trip dikarenakan nilai Daya Semu (S) yang telah melebihi nilai langganan pada PLN. Pada penggunaan listrik rumah tangga, terdapat beberapa beban menggunakan motor induksi (beban induktif) dengan kebutuhan daya reaktif yang tinggi, serta beberapa beban switching yang menyebabkan harmonisa, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas daya dan berdampak pada aspek keuangan konsumen karena pemborosan energi listrik. Untuk memperbaiki faktor daya, perlu membandingkan kebutuhan daya reaktif yang dikonsumsi oleh motor induksi dengan pemberian daya reaktif dari kapasitor bank. Penyesuaian faktor daya dapat bervariasi pada setiap beban, oleh karena itu diperlukan beberapa variasi kapasitor bank agar perbaikan faktor daya menjadi lebih tepat dan mengontrol relay pada setiap kapasitor bank agar pergantian kapasitor dapat dilakukan secara otomatis sesuai kebutuhan beban guna meningkatkan faktor daya hingga mencapai 0,95.

[DOWNLOAD ABSTRACT]