Author : Arie Setya Nugroho   , Hendrik Elvian Gayuh Prasetya, Teguh Hady Ariwibowo
ABSTRAK

Pada sistem pengendalian temperatur AC klasik, AC bekerja tanpa melihat fluktuasi temperatur yang terjadi dalam ruangan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, metode pengendalian diperlukan untuk mengatur kecepatan putar atau frekuensi kompresor menggunakan Variable Frequency Drive (VFD), dalam sistem HVAC untuk mecapai kontrol temperatur yang tepat dan mengurangi konsumsi energi adalah penerapan metode PID (Proportional, Integral, Derivative). Penerapan kontrol feedback feedforward PID menggunakan tuning Ziegler Nichols dengan pendekatan FOPDT (First Order Plus Dead Time) kurva reaksi. Menghasilkan Parameter PID yang diperoleh dari metode tuning Ziegler Nichols yaitu (Kp 6.80 , Ki 0.14 , Kd 1.43). Dengan hasil uji closed loop menunjukkan sistem dapat bekerja dengan stabil dan memiliki respon yang baik. Dengan maximum overshoot tertinggi di angka 4.78 persen. pada saat uji temperatur 27 derajat celsius ke 23 derajat celsius. Dalam uji disturbance ini menggunakan heater bulb lamp sebagai media pemanas. Respon sistem cukup baik dalam mengatasi masuknya disturbance dalam sistem. Hasil perbandingan respon sistem AC konvensional dengan AC metode PID Feedback Feedforward memiliki karakteristik yang berbeda, dimana AC metode PID feedback-feedforward memiliki respon sistem yang baik dalam mengatur temperatur ruangan. Sehingga sistem AC inverter dengan kontrol PID feedback feedforward menunjukkan peningkatan efisiensi energi yang cukup hemat dibandingkan sistem konvensional ON atau OFF, dengan penurunan konsumsi energi dari 0,236 kWh menjadi 0,217 kWh dengan penghematan sebesar 7.85 persen. Pengukuran Coefficient of Performance (COP) AC Konvensional sebesar 5.54 dan AC dengan PID Control sebesar 5.7.

[DOWNLOAD ABSTRACT]