Author : Muhammad Fahrizal Abdi   , Teguh Hady Ariwibowo, Joke Pratilastiarso
ABSTRAK

Pada penelitian ini menganalisis sistem pendinginan motor BLDC tipe Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) 20kW untuk kendaraan listrik menggunakan simulasi CFD. Fokus penelitian meliputi verifikasi model numerik, Grid Independence Test, serta evaluasi pengaruh desain saluran pendingin (2 dan 4 channel), jenis fluida (air dan etilen glikol 50:50), dan laju aliran (10-30 L/min) terhadap performa termal. Hasil menunjukkan model numerik terverifikasi dengan deviasi maksimal 7,58% dari solusi analitis. Grid Independence Test menentukan mesh optimal 4,6 juta elemen. Desain 2 channel memberikan pendinginan lebih efektif (ΔT lebih rendah) namun menghasilkan pressure drop lebih tinggi (6926,22 Pa) dibanding 4 channel (1545,91 Pa). Air menunjukkan performa lebih baik dengan heat transfer rate meningkat dari 1155,93 W (10 L/min) menjadi 1267,04 W (30 L/min), sementara etilen glikol mengalami penurunan dari 1293,46 W ke 1164,90 W pada rentang laju aliran yang sama. Analisis Figure of Merit (FoM) menunjukkan efisiensi tertinggi pada laju aliran rendah, dengan nilai FoM 76,80 untuk air di 4 channel. Hasil ini mengindikasikan pentingnya desain saluran, pemilihan fluida, dan laju aliran untuk mencapai efisiensi termalyang baik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]