Author : Deva Renanda Pratama   , Nu Rhahida Arini, Teguh Hady Ariwibowo
ABSTRAK

Kavitasi merupakan salah satu masalah utama yang dapat memengaruhi performa dan umur pompa sentrifugal. Fenomena ini terjadi saat tekanan fluida turun di bawah tekanan uap jenuh, sehingga terbentuk gelembung-gelembung uap yang dapat menyebabkan kerusakan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu impeller terhadap nilai Cavitation Number (Ca) sebagai indikator terjadinya kavitasi. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan impeller yang dimodifikasi sebanyak 3, 4, 5, dan 6 sudu pada tiga kondisi debit berbeda, yaitu 20, 30, dan 40 liter/menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa impeller 6 sudu memiliki nilai Ca tertinggi pada debit 20 dan 30 liter/menit, sementara pada debit 40 liter/menit, nilai Ca tertinggi dicapai oleh impeller 3 sudu. Sebaliknya, impeller 5 sudu secara konsisten menghasilkan nilai Ca terendah pada debit 30 dan 40 liter/menit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah sudu terbaik dalam meminimalkan risiko kavitasi bergantung pada kondisi debit yang digunakan, dan tidak ada satu konfigurasi impeller yang dominan di semua kondisi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan desain impeller pompa untuk mengurangi potensi kavitasi secara lebih efektif.

[DOWNLOAD ABSTRACT]