RANCANG BANGUN PROTOTYPE INSINERATOR PEMBAKAR SAMPAH MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK JELANTAH DAN OLI BEKAS
ABSTRAK
Masalah sampah dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), seperti minyak jelantah dan oli bekas, semakin meningkat seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga dan industri. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, sekitar 34,29% dari 21,1 juta ton sampah nasional belum terkelola dengan baik. Di sisi lain, limbah minyak jelantah dan oli bekas masih memiliki nilai kalor tinggi, yakni masing-masing sekitar 38,4 MJ/kg dan 43,6 MJ/kg, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini merancang dan menguji sebuah prototipe insinerator skala rumah tangga yang menggunakan minyak jelantah dan oli bekas sebagai bahan bakar utama, serta dilengkapi dengan sistem semburan uap untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi minyak jelantah dan oli bekas dalam perbandingan 1 banding 1 mampu menghasilkan suhu maksimum hingga 104°C dalam waktu 210 detik saat merebus air sebanyak 700 ml, dengan konsumsi bahan bakar relatif hemat dan kobaran api yang stabil, dengan temperatur api 883°C yang mampu bertahan selama 35 menit dengan bahan bakar 600 ml. Prototipe ini membuktikan bahwa pengolahan limbah minyak menjadi bahan bakar dapat menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah rumah tangga secara efisien.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer