Author : Apriliyona Patrisia   , Nu Rhahida Arini, Sony Junianto
ABSTRAK

Pencarian sumber energi alternatif terus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Energi laut, khususnya energi angin laut dan arus laut, merupakan salah satu potensi besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan energi ini dapat diwujudkan melalui instalasi turbin angin lepas pantai yang terintegrasi dengan turbin arus laut pada suatu platform terapung. Agar sistem terapung tersebut dapat beroperasi dengan stabil di laut lepas, diperlukan sistem penambat (mooring line) yang mampu menjaga posisi struktur terhadap gangguan lingkungan seperti gelombang, arus, dan angin. Penelitian ini menganalisis desain sistem mooring yang efisien untuk platform terapung tipe semi-submersible yang mengintegrasikan turbin angin dan turbin arus laut, dengan pendekatan numerik menggunakan model single mooring tipe catenary. Diperoleh tegangan maksimum sebesar 82 ton dengan MBL 405,2 ton dan safety factor 4,94, melebihi standar API RP 2SK. Sistem menggunakan rantai studless grade U3 dan jangkar tipe sinker, sesuai untuk dasar laut lunak pada kedalaman 40 sampai 60 meter. Simulasi tiga periode gelombang 1,2 s, 2,5 s dan 6 s menunjukkan pengaruh signifikan terhadap respons tegangan tali tambat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]