Author : Muhammad Faruqil Hikam   , Darmawan Aditama, Much Chafid
ABSTRAK

Nasi Boran merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kota Lamongan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi kuliner ini semakin tergerus akibat pergeseran preferensi generasi muda serta kurangnya media edukasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas. Berdasarkan permasalahan tersebut, proyek akhir ini berjudul “Nasi Boran: Video Dokumenter sebagai Upaya Pelestarian dan Pengenalan Budaya Kuliner Khas Kota Lamongan” yang bertujuan untuk menghasilkan media edukatif dalam bentuk video dokumenter sebagai sarana pelestarian dan promosi budaya kuliner lokal. Metode yang digunakan dalam pengembangan produk ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), dengan pendekatan naratif dalam penyajian isi video. Dokumenter ini menampilkan wawancara dari tiga narasumber utama, yaitu penjual Nasi Boran, Sekretaris Desa Kaotan, dan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan. Hasil akhir dari proyek ini berupa video dokumenter berdurasi 9 menit 27 detik. Evaluasi terhadap kelayakan media dilakukan dengan menggunakan metode Skala Likert. Uji coba kepada pengguna umum sebanyak 54 responden menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 89,4%. Sementara itu, hasil penilaian dari para ahli terdiri dari: ahli videografi sebesar 72%, ahli pengembangan desa sebesar 100%, dan ahli dari Dinas Pariwisata sebesar 100%. Berdasarkan hasil tersebut, video dokumenter ini dinyatakan sangat layak untuk dijadikan sebagai media edukasi dan pelestarian budaya kuliner khas Lamongan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]