Author : Azhar Alipito   , I Gede Puja Astawa, Prima Kristalina, Faridatun Nadziroh, Anang Budikarso
ABSTRAK

Rimpang menjadi salah satu potensi alam yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pengobatan. Dengan latarbelakang banyaknya rimpang yang ada, terkadang terjadi kebingungan dengan istilah yang ada. Rimpang jahe hitam (Kaempferia parviflora) sering keliru disebut dengan kunyit hitam, dan sering dipertukar dengan temu hitam (curcuma aeruginosa). Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan metode deep learning untuk membedakan kedua rimpang dengan tersebut dari citra kulit terluarnya. Dataset terdiri dari 486 gambar campuran untuk kelas “Bukan Keduanya”, 316 gambar jahe hitam, dan 305 gambar temu hitam. Model YOLO11s akan digunakan sebagai pre-trained model dan di tuning dengan menggunakan dataset rimpang yang telah disiapkan. Hasil dari pelatihan dievaluasi dan di uji dengan menggunakan kamera. Pengujian menunjukkan bahwa model dapat melakukan deteksi stabil pada jarak sekitar 35 cm dengan hasil yang baik untuk setiap kelas dan pencahayaan menunjukkan hasil yang bagus pada lusx di atas 240. Hasil ini menunjukkan efektifitas metode dalam melakukan identifikasi secara visual dari kedua rimpang tersebut.

[DOWNLOAD ABSTRACT]