VISUALISASI SPASIAL PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KOTA SURABAYA BERBASIS OPEN MAP DATA MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING
ABSTRAK
Penyakit Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular dengan tingkat penyebaran tinggi di Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Tingginya kasus Tuberkulosis di Surabaya mendorong perlunya pemetaan kerawanan penyakit untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem visualisasi spasial dan temporal berbasis website yang dapat menampilkan tingkat kerawanan TBC pada tiap kecamatan di Kota Surabaya. Data yang digunakan mencakup lima kriteria yaitu jumlah kasus TBC, jumlah rumah tidak sehat, kepadatan penduduk, jumlah fasilitas kesehatan, dan sanitasi. Data tersebut kemudian dikelompokkan menggunakan metode K Means Clustering dan divisualisasikan dalam peta interaktif berbasis open map data. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil mengelompokkan wilayah menjadi tiga klaster yaitu rendah, sedang, dan tinggi serta memvisualisasikannya dengan baik secara tahunan dari 2019 hingga 2023. Uji coba sistem menunjukkan bahwa visualisasi memperoleh nilai rata-rata R² score sebesar 0,542 yang mempresentasikan tingkat kerawanan sesuai dengan kondisi yang terjadi di masing-masing kecamatan. Sistem ini dapat digunakan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi wilayah prioritas untuk intervensi, perencanaan program pencegahan, serta pengambilan keputusan berbasis data secara lebih efisien dan tepat sasaran.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer