Author : Akmal Thoriq Muhammad   , Diah Septi Yanaratri, Ahmad Firyal Adila
ABSTRAK

Penggunaan konverter berbasis rangkaian elektronik dapat mengakibatkan pembangkitan harmonisa arus dan tegangan di sisi sumber. Salah satu pengaplikasiannya yaitu pada konverter DC DC yang berfungsi untuk mengkonversikan sumber tegangan DC yang bernilai konstan menjadi tegangan DC variabel secara langsung. Proses switching pada konverter menghasilkan harmonisa melalui serangkaian perubahan cepat antara kondisi on dan off pada komponen semikonduktor seperti MOSFET. Untuk itu, digunakan Cuk konverter sebagai Power Factor Correction (PFC). Agar Cuk konverter dapat digunakan sebagai PFC, maka konverter harus memiliki impedansi yang bersifat resistif atau mendekati resistif. Selain itu, untuk mode yang digunakan pada Cuk konverter adalah mode Discontinuous Conduction Mode (DCM). Saat penyearah menyuplai beban resistif, maka arus beban yang mengalir ke suatu sumber memiliki bentuk gelombang yang menyerupai bentuk tegangan input sehingga power factor yang dihasilkan menjadi lebih bagus. Pada pengaplikasiannya, Cuk konverter akan difungsikan sebagai PFC yang akan dipasang secara seri dengan Buck konverter sebagai regulator tegangan untuk pengisian daya baterai. Proses pengisian daya baterai digunakan mode Constan Voltage (CV) dengan tujuan agar disaat proses pengisian tidak akan menyebabkan over charging karena tegangan telah diatur konstan sesuai dengan tegangan maksimalnya. Untuk menjaga tegangan keluaran agar tetap konstan sebesar 50 Volt, digunakan metode Fuzzy Logic Control (FLC) pada Buck konverter. Berdasarkan hasil akhir yang telah didapatkan, dibuktikan bahwa sistem mampu memperbaiki faktor daya dari 0.8 menjadi 0.908 serta mampu menjaga tegangan keluaran tetap konstan untuk pengisian daya baterai.

[DOWNLOAD ABSTRACT]