Author : Riyan Ramadhan   , Putu Agus Mahadi Putra, Hendik Eko HS
ABSTRAK

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi sumber daya laut dan pantai yang melimpah. Kondisi ini membuat mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Salah satu sumber daya hayati yang terdapat di kawasan pantai adalah kupang. Kupang merupakan salah satu jenis moluska yang memiliki bentuk menyerupai kerang, namun berukuran relatif kecil. Di daerah Sidoarjo dan Surabaya, kupang sering diolah menjadi makanan seperti kerupuk, petis, dan kupang lontong. Pengolahan kupang saat ini masih tergolong rumit karena dilakukan secara tradisional, terutama dalam memisahkan daging dari cangkangnya. Hal ini menyebabkan hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan kupang sebagai sumber mata pencaharian. Oleh karena itu, diperlukan modernisasi alat pengolahan untuk meningkatkan efisiensi prosesnya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah alat berupa ayakan yang digerakkan oleh motor DC magnet permanen. Kecepatan putaran motor DC yang diukur oleh sensor kecepatan dijaga tetap konstan menggunakan metode PI dengan mengatur duty cycle pada buck converter. Tujuan utama dari alat ini adalah memastikan kecepatan ayakan stabil, baik saat digunakan dengan beban maupun tanpa beban. Alat ini menggunakan sumber energi hibrida, yaitu photovoltaic cell (panel surya) yang dilengkapi dengan aki kering berkapasitas 12 Volt 12 Ah sebagai penyimpan energi, sehingga dapat beroperasi kapan saja. Proses pengisian baterai memanfaatkan SEPIC converter dengan kontrol logika fuzzy untuk menjaga tegangan masukan dari panel surya ke baterai tetap konstan. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan sumber tegangan AC dari jaringan listrik PLN yang telah dikonversi menjadi DC menggunakan AC-DC rectifier (220 VAC–24 VDC).

[DOWNLOAD ABSTRACT]