Author : Arasy Dafa Sulistya Kurniawan   , Amang Sudarsono, Mike Yuliana
ABSTRAK

Dalam menghadapi tantangan komunikasi di era eksplorasi luar angkasa yang terus berkembang, konsep Delay Tolerant Network (DTN) muncul sebagai solusi. DTN dirancang khusus untuk mengatasi hambatan seperti jarak antara pesawat ruang angkasa dan stasiun bumi, bersama dengan ketidakpastian waktu transmisi sinyal yang menciptakan lingkungan komunikasi yang kompleks. Dalam konteks ini, keberlanjutan komunikasi menjadi kritis, di mana keterlambatan, ketidakpastian, dan putusnya sinyal dianggap sebagai hal yang biasa. Dalam upaya melindungi informasi yang dikirim melalui node DTN, di mana tidak selalu ada koneksi end-to-end antara pengirim dan penerima, keamanan menjadi aspek penting. Ancaman seperti pencegatan, pemalsuan, dan peretasan oleh pihak yang tidak berkepentingan harus diatasi. Salah satu mekanisme yang digunakan untuk mencapai hal ini adalah Cipher Policy Attribute Based Encryption (CPABE), yang menetapkan kebijakan akses terhadap data berdasarkan atribut tertentu. Selain itu, Advanced Encryption Standard (AES) digunakan untuk enkripsi simetris yang efisien dan cepat, sedangkan Rivest–Shamir–Adleman (RSA) digunakan untuk enkripsi kunci publik yang memungkinkan pertukaran kunci yang aman. Kombinasi CPABE, AES, dan RSA memastikan bahwa tidak hanya kerahasiaan data dijaga, tetapi juga hanya pihak yang memiliki kewenangan yang dapat mengaksesnya, menjaga integritas dan keamanan komunikasi dalam jaringan DTN.

[DOWNLOAD ABSTRACT]