Author : Martina Natasya Musabikin   , Ari Wijayanti, Mohamad Ridwan
ABSTRAK

Pada perkembangan Revolusi Industri 4.0, semakin meningkat pula perangkat wireless Internet of Things (IoT). Namun, sejumlah besar perangkat tersebut menggunakan sumber energi yang memerlukan penggantian atau pengisian ulang secara berkala. Hal ini dapat menjadi keterbatasan dan mengganggu penggunaan perangkat, terutama saat digunakan dalam waktu yang lebih lama karena perangkat akan terus beroperasi selama digunakan. Di lain sisi, kemajuan telekomunikasi telah menyediakan layanan komunikasi wireless dengan frekuensi radio sebagai pembawa informasinya yang mana tidak seluruhnya frekuensi tersebut diterima oleh perangkat receiver sehingga banyak yang terbuang secara percuma di udara. Pada penelitian ini, rangkaian voltage doubler diode Schottky 2-stage dan current amplifier menggunakan transistor BD135 dirancang, dimodifikasi, disimulasikan, difabrikasi, dan diuji. Advanced Design System (ADS) dan NI Multisim 14.2 digunakan untuk pemodelan dan simulasi. Simulasi dan pengukuran dilakukan pada frekuensi kerja 2.4 GHz dan beban 330Ω. Pada simulasi, untuk sinyal datang setara 15 dBm, rangkaian ini dapat menghasilkan tegangan output sebesar 366.47 mV dan arus output sebesar 1.477 maA. Sementara pada pengujian empiris, nilai tegangan output dan arus output terbesar dengan menggunakan input dari antena mikrostrip polarisasi linear, dengan nilai masing – masing sebesar 141.8 mV dan 429.697 µA. Untuk input dari antena mikrostrip elemen tunggal dengan polarisasi circular right-handed (RHCP) menghasilkan tegangan output sebesar 26.92 mV dan arus output sebesar 81.576 µA, sementara antena mikrostrip elemen tunggal dengan polarisasi circular left-handed (LHCP) yang menghasilkan tegangan output sebesar 12.05 mV dan arus output sebesar 36.5152 µA.

[DOWNLOAD ABSTRACT]