Author : Muhammad Fikri Annazili   , Faridatun Nadziroh, Anang Budikarso
ABSTRAK

Perkembangan teknologi di era revolusi industri telah mendorong berbagai inovasi untuk mengotomatisasi kegiatan sehari-hari, termasuk pengelolaan dan penanganan sampah. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diakses pada 1 Februari 2023, timbulan sampah mencapai 18,3 juta ton per tahun. Permasalahan tempat sampah manual menyebabkan kurangnya kebersihan dan sampah yang berserakan akibat volume tempat sampah yang sudah penuh. Sampah kertas dan tisu menjadi jenis sampah dominan di area kampus dan perkantoran. Untuk mengatasi masalah ini, kami mengembangkan tempat sampah ruangan otomatis yang dapat memonitor kapasitas sampah menggunakan aplikasi smartphone sebagai penerapan Internet of Things (IoT). Inovasi ini akan mempermudah petugas kebersihan dalam memonitoring sampah, memudahkan pengolahan sampah, dan mengurangi pencemaran. Proyek ini menggunakan beberapa komponen, termasuk sensor proximity untuk mendeteksi sampah, sensor metal untuk mengidentifikasi jenis sampah, dan sensor DHT11 untuk mengukur kelembapan sampah. Sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur ketinggian sampah. Mikrokontroler ESP32 mengontrol motor servo yang menggerakkan wadah pemilah, sementara LCD I2C memberikan informasi kondisi tempat sampah. ESP8266 mengirimkan data kondisi sampah ke aplikasi Telegram di smartphone, memungkinkan petugas kebersihan segera mengosongkan tempat sampah.

[DOWNLOAD ABSTRACT]