Author : Rheza Dewangga Rendragraha   , Arif Basofi, Arna Fariza
ABSTRAK

Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Tanah longsor menempati posisi ketiga dengan jumlah bencana yang sering terjadi di Indonesia pada rentang waktu tahun 2011 sampai dengan 2021 yaitu sebanyak 6348 kejadian, (Sumber : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)). Tanah longsor adalah suatu peristiwa alam yang pada saat ini frekuensi kejadiannya semakin meningkat. Fenomena alam ini berubah menjadi bencana alam tanah longsor manakala tanah longsor tersebut menimbulkan korban baik berupa korban jiwa maupun kerugian harta benda dan hasil budaya manusia. Indonesia yang sebagian wilayahnya berupa daerah perbukitan dan pegunungan, menyebabkan sebagian wilayah Indonesia menjadi daerah yang rawan kejadian tanah longsor. Wilayah Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek merupakan tiga wilayah dengan tren bencana tanah longsor yang tergolong tinggi. Belum adanya platform yang menyediakan informasi potensial longsor di tiga kabupaten tersebut akan menyebabkan masyarakat sekitar kurang kewaspadaan akan bencana tanah longsor di sekitarnya. Maka dari itu dibutuhkan adanya platform yang menyediakan berbagai informasi yang berguna untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi pemetaan daerah rawan terjadinya bencana longsor di Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek dengan menerapkan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process. Pemetaan dilakukan pada faktor-faktor penyebab kondisi kerawanan tanah diantaranya penggunaan lahan, curah hujan, kemiringan lahan, ketinggian lahan, jenis tanah, dan riwayat longsor.

[DOWNLOAD ABSTRACT]