Author : Dhifa Haris Mohammad   , Arman Jaya, Muhammad Rizani Rusli
ABSTRAK

Jaringan distribusi di Indonesia umumnya menggunakan tegangan 20 kV. Karena Indonesia berada pada daerah rawan petir, perangkat perlindungan gardu distribusi seperti lightning arrester diperlukan untuk menjaga keamanan peralatan pada gardu distribusi. Lightning arrester sendiri berfungsi sebagai konduktor saat terjadi surja petir dan tegangan surja, kemudian kembali menjadi isolator setelah surja petir berlalu. Gangguan tegangan tinggi akibat petir dapat menyebabkan arus bocor kontinyu pada lightning arrester, yang jika tidak diatasi dapat menimbulkan bahaya dan kerugian energi. PT. PLN menetapkan toleransi arus bocor kontinyu pada lightning arrester sebesar 30mA. Sehingga dibutuhkan alat yang mampu mendeteksi arus bocor kontinyu lightning arrester yang melebihi batas toleransi dan mampu mengirimkan data hasil pengukuran untuk memudahkan kegiatan perbaikan. Pada hasil pengujian alat pada jaringan distribusi lingkup kerja ULP embong wungu didapatkan terdapat arus bocor kontinyu lightning arrester yang melebihi batas toleransi PT.PLN. yaitu pada gardu distribusi A001 dan A002 sebesar 38,36mA dan 50,84mA yang berada pada 1 yang sama yaitu penyulang tunjungan. Digunakan metode sistem informasi geografi selain untuk memudahkan petugas dalam menentukan lokasi dari gardu distribusi, metode ini juga lebih bagus dan efisien jika dibandingkan menggunakan GPS yang membutuhkan biaya dan jaringan koneksi ekstra. Alat ini juga bersifat mobile, dimana dapat digunakan di berbagai tempat, dan pengiriman lokasi gardu distribusi diidentifikasi melalui kode gardu yang diinputkan, meningkatkan efisiensi biaya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]