Author : Revianthi Nidha Safi   , Farid Dwi Murdianto, Indhana Sudiharto
ABSTRAK

Pengembangan industri di Indonesia berkembang pesat, sehingga membutuhkan perhatian terhadap masalah faktor daya oleh perusahaan milik negara seperti PLN. PLN memberikan ambang batas minimum 0.85, kepatuhan terhadap standar faktor daya sangat penting bagi industri di seluruh Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap standar ini mengakibatkan penalti dan ketidakefisienan dalam penggunaan listrik. Untuk mengatasi faktor daya rendah yang disebabkan oleh beban induktif seperti motor, algoritma logika fuzzy tipe 2 digunakan untuk meningkatkan faktor daya mendekati satu, yang diilustrasikan oleh konverter boost interleaved tanpa jembatan. Mempertahankan faktor daya di atas 0,85 sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan listrik, mengurangi biaya operasional, dan mendukung upaya keberlanjutan global. Namun, penggunaan Konverter Boost Interleaved Tanpa Jembatan (BLIL) sebagai alat Koreksi Faktor Daya (PFC) dengan metodologi kontrol logika fuzzy tipe 2 diterapkan untuk mencapai faktor daya mendekati satu. Pengontrol logika fuzzy tipe 2 dipilih karena kemampuannya menemukan nilai set point dengan cepat dibandingkan dengan logika kontrol lainnya. Pengontrol ini mengatur siklus tugas untuk memastikan output sesuai dengan set point. Simulasi dan implementasi melibatkan beban yang bervariasi. Hasil dari simulasi konverter boost PFC Interleaved Tanpa Jembatan (BLIL) menunjukkan faktor daya yang mendekati satu.

[DOWNLOAD ABSTRACT]