Author : Bayu Adi Setyawan   , Faridatun Nadziroh, I Gede Puja Astawa
ABSTRAK

Terjadinya penambahan berat badan yang berlebihan di antara dua waktu dialisis akan dapat menimbulkan berbagai masalah baru bagi pasien. Selain itu orang yang menerima Hemodialisis yang tidak mematuhi pembatasan cairan sehingga terjadi kelebihan cairan beresiko kematian dini. Oleh karena itu, dibuatlah sistem monitoring berat badan yang membantu pemantauan perkembangan penambahan berat badan yang dapat dimonitor baik pasien maupun keluarga pasien, Untuk perangkat yang akan dirancang pastinya adalah timbangan dengan parameter yang diukur adalah berat badan, dengan kelengkapan bahan di antaranya adalah sensor berat (Load cell) spesifikasi 50 kg sebanyak 4 buah yang berfungsi untuk mendeteksi tekanan dari berat sebuah benda, kemudian modul HX711 yang berfungsi untuk mengkonversi perubahan yang terukur dalam perubahan resistansi dan mengkonversinya ke dalam besaran tegangan melalui rangkaian yang ada, sensor ultrasonik HC-SR04 yang berfungsi untuk mengukur jarak antara 2 cm sampai 1000 m, keluaran dari modul sensor ultrasonik HCSR04 ini berupa pulsa yang lebarnya merepresentasikan jarak. Setelah itu penggunaan ESP32 sebagai mikrokontroler yang terhubung dari sensor yang ada. Selanjutnya data sensor yang telah diolah dengan 2 parameter berat dan tinggi badan dapat diambil keputusan dengan menggunakan metode Fuzzy Logic untuk mengukur BMI (Body Mass Index). Selanjutnya pengiriman ini dilanjutkan ke Bot Telegram dan LCD, sehingga hasil perkembangan penambahan berupa berat badan, tinggi badan, kebutuhan cairan tubuh, dan hasil BMI, dan kesimpulan akhir BMI dapat dipantau baik pasien maupun keluarga pasien.

[DOWNLOAD ABSTRACT]