Author : Dimas Kawulungan   , Yahya Chusna Arief, Lucky Pradigta Setiya Raharja
ABSTRAK

Matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang dikonversi melalui panel surya. Panel surya dapat digunakan untuk keperluan rumah tinggal, seperti pada lampu penerangan. Dikarenakan panel surya tidak selalu menghasilkan listrik seperti saat kondisi mendung atau hujan, maka sumber PLN masih digunakan sebagai backup. Dikarenakan terdapat 2 sumber, maka pada tugas akhir ini digunakanlah static transfer switch (STS), dikarenakan STS mampu melakukan proses switching yang cepat. Sehingga penggunaan PLN dapat diminimalisirkan dengan adanya panel surya. Salah satu permasalahan yang muncul dari penggunaan panel surya adalah daya listrik yang dihasilkan terkadang tidak maksimal. Oleh karena itu pada tugas akhir ini juga dilengkapi dengan metode maximum power point tracking (MPPT) untuk mencapai daya keluaran maksimum dengan menggunakan metode incremental conductance yang nantinya akan disimpan dalam baterai dan dirubah ke tegangan AC melalui inverter sebelum masuk ke beban. Pada implementasi hardware didapatkan hasil saat irradiance 986 w/m2, non-MPPT dapat menghasilkan daya sebesar 56,07 W, sedangkan saat menggunakan kontrol MPPT dapat menghasilkan daya sebesar 62,36 W, sehingga kontrol MPPT dapat menaikan daya sebesar 10,08%. Dan saat irradiance 743 w/m2, non-MPPT dapat menghasilkan daya sebesar 27,13 W, sedangkan saat menggunakan kontrol MPPT dapat menghasilkan daya sebesar 49,07 W, sehingga kontrol MPPT dapat menaikan daya sebesar 44,71%. Untuk STS berhasil melakukan perpindahan sumber dari inverter ke PLN ketika inverter tidak bisa menghasilkan listrik dikarenakan baterai dalam kondisi kosong.

[DOWNLOAD ABSTRACT]