Author : Aswin Wafi Kurniawan   , Hendik Eko HS, Luki Septya Mahendra
ABSTRAK

Minyak bumi dan gas merupakan sumber daya alam yang memiliki banyak kegunaan untuk kehidupan manusia. Dimana, penggunaan sumber daya minyak bumi dan secara terus-menerus dapat menyebabkan cadangan sumber daya tersebut semakin menipis. Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperlukan suatu teknologi untuk meningkatkan elektrifikasi dan konsumsi listrik terutama dalam kebutuhan rumah tangga, salah satunya kompor induksi. Diperlukannya sebuah kompor induksi yang demikian, dikarenakan pentingnya para bayi untuk mengonsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) pada kondisi yang konstan dan stabil terhadap suhu di lingkungan sekitar yang sangat bervariasi sehingga nutrisi bayi dapat terjaga dan terpenuhi dengan baik. Alat ini menggunakan input tegangan jala-jala PLN 220 Vac yang kemudian diturunkan menjadi 36 Vac menggunakan transformator dengan tujuan agar arus pada sistem yang nantinya masuk ke inverter tidak terlalu besar. Terdapat lilitan induktor pada rangkaian resonansi seri yang menghasilkan medan listrik dengan frekuensi resonansi 40 kHz dan menginduksi logam sehingga menghasilkan panas pada logam. Set point suhu diinputkan melalui push button. Pada pengujian open loop didapatkan rate kenaikan suhu 2.68 ℃/Menit pada frekuensi 50k, 2.51 ℃/Menit pada frekuensi 55k, 2.14 ℃/Menit pada frekuensi 60k, 1.68 ℃/Menit pada frekuensi 65kHz, 1.61 ℃/Menit pada frekuensi 70kHz, 01.41 ℃/Menit pada frekuensi 75kHz, dan 1.18 ℃/Menit pada frekuensi 80kHz. Pada pengujian closed loop dengan Kontrol Logika Fuzzy didapatkan rate kenaikan suhu 1.957 ℃/Menit.

[DOWNLOAD ABSTRACT]