Author : Ngurah Arif Darma Putra   , Aries Pratiarso, Prima Kristalina
ABSTRAK

Indonesia sebagai negara agraris menghadapi tantangan dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kebutuhan pertanian. Pemahaman tentang pemetaan topografi menjadi penting dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode tradisional membutuhkan waktu dan tenaga manusia yang banyak. Oleh karena itu, teknologi UAV drone menjadi alternatif dalam pemetaan topografi lingkungan persawahan. Penggunaan drone untuk melakukan aerial survey dapat meningkatkan luasan lahan yang akan dipetakan dalam waktu yang relatif singkat sehingga pemetaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dengan data yang cukup detail tentang topografi lingkungan persawahan. Data hasil survey kemudian diproses lebih lanjut menggunakan software Agisoft Metashape untuk mengklasifikasikan bagian ground dan non ground. Dengan menggunakan data bagian ground, dapat dibuat Digital Terrain Model DTM sehingga diperoleh garis kontur permukaan daerah yang dipetakan. Sistem dapat menampilkan data peta topografi dengan baik pada WebGIS, dibuktikan dengan pengujian User Acceptance Test UAT dengan total 6 pertanyaan dan rata-rata persentase UAT 89,28 persen. Pada WebGIS juga menampilkan gradasi warna sesuai dengan nilai elevasi pada setiap peta persawahan di masing-masing kecamatan. Pengujian elevasi membandingkan nilai elevasi antara pemrosesan data dari Agisoft Metashape dan Google Earth pada Kecamatan Pacet menunjukkan rata rata error sebesar 3,7 persen, Kecamatan Lendah sebesar 17,12 persen dan Kecamatan Menganti sebesar 97,79 persen. Pengujian membandingkan nilai Elevasi antara pemrosesan data dari Agisoft Metashape dan pengukuran langsung ke lapangan dengan menggunakan GPS Status pada HP di Kecamatan Menganti menunjukkan rata rata error sebesar 5,7 persen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]