Author : Romie Zainurrokhman   , Eka Prasetyono, Mochamad Ari Bagus Nugroho
ABSTRAK

Battery cell lithium-ion menjadi pilihan untuk diaplikasikan pada banyak sektor di era pertumbuhan penyimpanan energi dikarenakan mempunyai power density tinggi dan perawatannya mudah. Masalah teknis berupa ketidakseimbangan tegangan antar battery cell dapat terjadi akibat penyusunan secara seri. Ketidakseimbangan tegangan ketika charging dan discharging dapat menimbulkan terjadinya overcharge dan overdischarge sehingga memicu kerusakan pada battery stack. Active balancing topologi cell-to-cell single switched capacitor pernah diimplementasikan untuk menyeimbangkan charging battery stack konfigurasi 3S1P. Sistem sangat bergantung pada sebuah kapasitor sehingga tidak efektif diaplikasikan pada battery stack berdaya besar. Sebagai pembaruan, dibuatlah rancang bangun active balancing menggunakan topologi cell-to-stack flyback converter untuk konfigurasi battery stack 10S4P. Topologi ini unggul karena flyback converter setiap battery cell dapat aktif secara bersamaan untuk mentransfer energi dan dapat beroperasi ketika battery stack dalam keadaan standby, discharge maupun charge. Balancing akan aktif apabila persentase ketidakseimbangan bernilai diatas 2% dan akan berhenti setelah nilainya dibawah 0,15%. Penentuan target balancing berbasis Multi-Agent System (MAS) dilakukan menggunakan acuan averaging. Flyback converter dari battery cell dengan nilai tegangan diatas average akan diaktifkan mentransfer energi. Pengujian pada kondisi discharge balancing, battery stack dapat terhindar dari chattering jika memakai acuan averaging. Pengujian standby balancing memperoleh rata-rata waktu balancing selama 39 menit dengan rata-rata selisih tegangan turun menjadi 4,022 mV. Pengujian charge balancing memperoleh rata-rata waktu balancing selama 34 menit dengan rata-rata selisih tegangan turun menjadi 4,1 mV. Sehingga pengujian membuktikan bahwa sistem sudah dapat menyeimbangkan tiga kondisi dari battery stack.

[DOWNLOAD ABSTRACT]