Author : Irham Maulana 'Abid   , Ari Wijayanti, Okkie Puspitorini
ABSTRAK

Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan protein hewani telah meningkatkan permintaan terhadap susu dan industri pengolahan susu di Indonesia. Meskipun demikian, produksi susu dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga impor masih menjadi bagian signifikan dari pasokan. Munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada tahun 2022 telah menimbulkan kerugian ekonomi karena menyebabkan penurunan produksi hasil ternak. Oleh karena itu, perbaikan kualitas perawatan hewan ternak menjadi suatu keharusan. Pentingnya identifikasi dini gejala penyakit pada ternak sapi menjadi fokus utama untuk mencegah dampak fatal dan kematian pada sapi. Pada penelitian ini dikembangkann sistem pemantauan kondisi kesehatan sapi berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi efektif dan efisien. Metode pengembangan perangkat IoT ini melibatkan integrasi komponen hardware dan software. Komponen hardware mencakup sensor suhu MLX90614, sensor denyut nadi MAX30102, dan Microcontroller Wemos D1 Mini. Untuk komponen software berupa model klasifikasi dengan metode KNN (K-Nearest Neighbors) untuk mengklasifikasikan data parameter. Untuk menjalankan proses pemantauan kondisi kesehatan ternak sapi perah secara real-time, implementasi Internet of Things (IoT) pada sistem ini menggunakan modul ESP8266 untuk menghubungkan sistem ke internet melalui jaringan WiFi, serta penggunaan protokol komunikasi MQTT untuk proses transfer data dari controller ke server. Hasil evaluasi sistem mengindikasikan nilai rata-rata error 3,84% untuk denyut nadi dan 1,28% untuk suhu, serta klasifikasi KNN menunjukkan tingkat akurasi 100 %.

[DOWNLOAD ABSTRACT]