Author : Ninda Syafa Ainun Nadia   , I Gede Puja Astawa, Anang Budikarso
ABSTRAK

Minyak goreng merupakan salah satu komoditas bahan pangan pokok yang penting bagi manusia di kehidupan sehari-hari. Hampir di seluruh rumah tangga Indonesia menggunakan bahan pokok ini. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat, konsumsi minyak sawit di Indonesia sebesar 18,5 juta ton pada 2021. Jumlah tersebut meningkat 6,63% dan menjadi yang terbesar sejak 2015. Mengonsumsi makanan berminyak secara berlebihan meningkatkan resiko masalah kesehatan, antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, hingga obesitas. Untuk mengurangi jumlah konsumsi minyak salah satunya adalah melalui penirisan pada makanan. Namun, saat ini masyarakat masih melakukannya dengan cara manual yang kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan alat peniris kadar minyak yang dilengkapi dengan kemampuan kontrol otomatis. Pembuatan alat kontrol ini dapat direalisasikan menggunakan Flow sensor YF-S201, sensor warna TCS3200 dan sensor suhu DS18B20. Flow sensor YF-S201 digunakan untuk mengukur aliran minyak yang keluar hasil penirisan berdasarkan minyak yang masuk melewati kincir pada sensor, sedangkan sensor warna TCS3200 berguna untuk mengukur warna pada minyak goreng. Sensor DS18B20 juga bertugas dalam mendeteksi perubahan suhu minyak saat spinner sedang berputar. Selanjutnya ESP32 akan memproses pengolahan data dari sensor. Kemudian untuk mengetahui apakah makanan yang sedang ditiriskan sudah tidak lagi berminyak, maka digunakan metode Fuzzy Logic. Data dari pembacaan sensor akan ditampilkan pada LCD. Selain itu, ESP32 juga akan mngirimkan data ke database MySQL menggunakan akses internet untuk disimpan dan ditampilkan pada website. Diharapkan dengan adanya alat kontrol ini dapat membantu para rumah tangga, pedagang, maupun UMKM sebagai solusi yang efektif dan efisien serta tetap waspada terhadap kesehatan tubuh akibat konsumsi minyak berlebihan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]