Author : Muhammad Nurul Ibrahim   , Ardik Wijayanto, Santi Anggraeni
ABSTRAK

Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang menggunakan air sebagai media tanamnya serta nutrisi AB mix sebagai penyedia unsur hara. Pemberian nutrisi AB Mix yang tidak tepat sesuai dengan usia tanaman pakcoy dapat mengakibatkan 2 hal, warna daun menjadi kekuningan apabila kekurangan nutrisi, sedangkan warna daun menjadi coklat kering terbakar apabila berlebihan nutrisi, sehingga dapat merugikan hasil panen. Pada installasi hidroponik NFT milik Kelompok Tani Keputih Bersemi, proses pengukuran, pemenuhan dan peningkatan kadar nutrisi mingguan nya yang dilakukan oleh petani masih dilakukan secara manual menggunakan alat gelas ukur. Sehingga untuk mempermudah kinerja petani hidroponik tersebut, maka pada proyek akhir ini dibuat suatu alat yang mampu mengontrol kadar nutrisi sesuai dengan usia tanaman pakcoy dengan menggunakan metode fuzzy, yakni nutrisi yang dibutuhkan mulai dari minggu ke 1 pindah semai sampai dan minggu ke 4 panen, terdapat Real Time Clock RTC yang bertugas menginisiasi waktu, sensor ultrasonic yang bertugas mengukur volume air serta sensor TDS Total Dissolved Solid yang mendeteksi nutrisi, sehingga apabila nutrisi dan volume air yang terdeteksi diluar keanggotaan fuzzification yang diatur untuk minggu ke 1, maka output pompa peristaltic dengan kecepatan PWM tertentu sesuai defuzzification akan meneteskan cairan nutrisi AB Mix kedalam bak pencampur sampai nutrisinya mencapai set point. kemudian RTC akan menginisiasi waktu apabila sudah masuk minggu ke 2, artinya nilai nutrisi harus ditingkatkan, maka control fuzzy akan meningkatkan set point. system ini terus bekerja sampai dengan minggu ke 4 panen, kemudian system akan berhenti dan tanaman siap untuk dipanen. Dari hasil percobaan prototype sistem kontrol fuzzy terjadwal yang telah diuji pada plant mampu bekerja dengan baik dengan tingkat akurasi untuk mencapai set point pada minggu ke 1 senilai 89,26 persen, minggu ke 2 senilai 94,91 persen, minggu ke 3 senilai 96,29 persen serta minggu ke 4 senilai 97,00 persen, maka akurasi total adalah 94,36 persen dan delta error total 5,64 persen.

[DOWNLOAD ABSTRACT]