Author : Tasqiatul Qulbi Kamila Huda   , I Gede Puja Astawa, Mohamad Ridwan, Budi Aswoyo, Anang Budikarso
ABSTRAK

Teknologi nirkabel, melalui internet mobile dan smart devices, mendorong kemajuan jaringan 5G. Aspek-aspek utama 5G, termasuk pengembangan cellular network, transmisi simultan, efisiensi energi, dan komunikasi kooperatif. Fokusnya adalah pada implementasi simultaneous wireless information and power transfer (SWIPT) dalam komunikasi device-to-device (D2D) kooperatif, dengan mempertimbangkan relay selection menggunakan protokol decode-forward (DF) dan potensi self-interference (SI). Sementara itu, pemanfaatan energy harvesting berbasis radio frequency (RF EH) dijelaskan sebagai solusi untuk kendala daya pada komunikasi D2D. Pengusulkan model sistem yang memanfaatkan teknik time switching relaying (TSR) untuk optimalisasi daya dari base station dirancang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja throughput dalam sistem komunikasi kooperatif dua arah. Hasil simulasi dan pengujian model sistem menunjukkan bahwa nilai N ideal sebesar 10 pangkat 5, serta faktor pembagian waktu dan faktor efisiensi EH berpengaruh terhadap kinerja sistem, dimana nilai maksimum didapat pada saat faktor efisiensi EH 0.9 throughput yang diperoleh sebesar 0.9847 bps per Hz, dan ketika faktor pembagian waktu 0.9 throughput yang didapat sebesar 0.9895 bps per Hz. Oleh karena itu, dapat disimpulkan semakin besar faktor pembagian waktu dan faktor efisiensi EH maka nilai throughput yang dihasilkan baik. Sistem dengan model minim SI memiliki kinerja yang lebih baik, dengan SNR sebesar 55.43 dBW.

[DOWNLOAD ABSTRACT]