Author : Dinar Nurul Azizah Arif   , Hendhi Hermawan, Ronny Susetyoko, Elly Purwantini
ABSTRAK

Green house adalah sebuah bangunan yang dibentuk untuk membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi agar terhindar dari cuaca yang tidak menentu. Penggunaan green house untuk budidaya tanaman sudah mulai banyak diminati para petani salah satunya yaitu budidaya tanaman melon. Pada penelitian ini dikhususkan untuk meneliti salah satu green house yang membudidayakan tanaman jenis Melon Sakata (Jepang) dan Melon Inthanon (Belanda). Kedua jenis melon tersebut memerlukan perhatian lebih yaitu pada penyiraman dan kelembaban tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Permasalahan yang saat ini dihadapi di green house tersebut adalah sistem penyiraman yang masih manual dan kurang merata. Pada proyek akhir akan dirancang dan diimplementasikan sistem monitoring kelembaban tanah dan penyiraman secara otomatis. Proses monitoring dilakukan dengan cara menempatkan beberapa titik pengukuran yang disebar di dalam green house untuk mengukur suhu dan kelembaban tanah. Masing-masing titik pengukuran dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan tanah dan unit mikrokontroler. Masing-masing titik pengukuran terhubung dengan kontroler utama menggunakan media kabel. Selanjutnya, data-data hasil pengukuran dari berbagai titik akan diolah pada kontroler utama menggunakan fuzzy logic untuk mengatur durasi penyiraman dan debit air untuk menghasilkan penyiraman yang merata. Sistem ini telah berjalan dengan baik. Hasil keseluruhan yang diperoleh dari sistrem penyiraman ini memberikan keberhasilan hingga 95%, galat terjadi karena kurangnya kualitas data pembacaan dari sensor.

[DOWNLOAD ABSTRACT]