Author : Muhammad Hadit Septain   , Novie Ayub Windarko, Rachma Prilian Eviningsih
ABSTRAK

Perkembangan zaman penyimpanan energi sangat popular dengan salah satunya adalah baterai berfungsi sebagai perangkat penyimpan energi yang digunakan pada sistem kelistrikan, seperti pada panel surya, kendaraan listrik, dan beberapa aplikasi elektronik. Pada baterai memiliki kelemahan sehingga untuk beberapa aplikasi dengan daya yang tinggi, penggunaan baterai menjadi masalah karena memerlukan biaya yang relatif tinggi dengan kemampuan discharging yang terbatas, dan masa yang relatif berat. Masalah ini dapat dihindari dengan adanya BMS (Battery Management System) yang bagus dalam memantau kinerja sistem efektif dan kompeten untuk menghindari kerusakan dan kegagalan pada fungsi baterai.Pada tugas akhir bertujuan untuk mengembangkan metode estimasi State of Charge dengan dirancang sistem BMS untuk monitoring baterai dengan saat proses pengisian dan pengosongan baterai. Baterai yang digunakan berjenis lithium ion dengan beberapa indikator yang akan ditampilkan yaitu tegangan baterai, arus baterai, kapasitas,suhu, dan menentukan nilai State of Charge dan State of Health sistem BMS memiliki tiga fungsi, yaitu computation , monitoring ,dan protection. Monitoring baterai lithum ion dengan pengirim data sensor sebagai informasi mengenai kondisi baterai penelitian ini akan dirancang pada microkontroler sebagai pusat. Akurasi pengukuran State of Charge mempunyai aspek penting pada perancangan BMS. Pengukuran State of Charge secara tepat dapat menghindarkan baterai dari kondisi overcharging dan undercharging. Dari hasil pembuatan diharapkan BMS mampu membaca nilai arus,tegangan,suhu,State of Charge,Ah ,BMS Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Modified Coulomb Counting Peukert dengan pembacaan error yang di hasilkan 0,12 – 1% pada SoC baterai waktu kondisi charging saat menggunakan DC power supply dan saat discharging error 0,6 – 1 %,saat integrasi terjadi error 2% terjadi drop dalam trafo.

[DOWNLOAD ABSTRACT]